Uncategorized

Kemenag dan IBN Adakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi Modin Perempuan

Tegal (Slawi) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal  melalui Kelompok Kerja Penyuluh  (Pokjaluh) bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Ushuludin Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal) mengadakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Era Pandemi Covid-19 pada Kamis, 03 Maret 2021 di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Adiwerna. Pelatihan ini merupakan realisasi MoU Pokjaluh Kankemenag Kabupaten Tegal bidang Pendidikan/Pelatihan dan Pengabdian Kepada Masyarakat  dengan  Fakultas Syariah dan Ushuludin IBN.

Ketua Panitia kegiatan, Mohammad Koidin mengatakan civitas akademika Fakultas Syariah dan Ushuludin harus melaksanakan pengabdian dengan mempertimbangkan kondisi pandemi. “Pelatihan pemulasaraan jenazah bagi perempuan kami pikir tepat untuk dilaksanakan”, terangnya.

Masih menurut Koidin, di desa-desa, masih jarang legalitas bagi modin/lebe perempuan secara massif. Sehingga ketika ada jenazah perempuan, belum ada kepastian siapa yang bertugas melakukan pemulasaraan jenazah. Saling tunjuk, saling tunggu kerap terjadi. Berbeda dengan jenazah laki-laki, sudah jamak langsung ditangani tenaga ‘profesional’ yang biasa disebut modin atau lebe atau mungkin ada istilah lainnya.

Sementara itu, Rektor IBN Tegal, Badrodin menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Apalagi, menurutnya, di tengah pandemi ini, masyarakat dan khususnya petugas butuh pengetahuan memadai dalam menangani jenazah. “Jangan sampai karena tidak paham tentang covid-19 dan status jenazah, menjadikan warga ribut”, lanjutnya.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ushuludin,  Zaki Mubarok mengatakan bahwa Pelatihan ini diharapkan memiliki out put yang berdasarkan kesetaraan gender dengan pendekatan intervensi kebijakan. Sehingga pada saatnya nanti lahir modin-modin perempuan yang memiliki aspek normatif, pembagian tugas yang jelas sehingga layanan pemulasaraan jenazah berjalan profesional.

Senada dengan Zaki, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Adiwerna, Risyanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa Modin perempuan merupakan pekerjaan mulia. “Saya berharap setelah pelatihan ini Modin perempuan terus melaksanakan Pemulasaraan jenazah dengan lebih baik”, terangnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 16 Peserta dari Desa-desa di Kecamatan Adiwerna. Diharapkan mereka akan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemulasaraan Jenazah di era Pandemi ini. Hadir sebagai pengisi materi, Faiqoh, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Adiwerna yang begitu gamblang menyampaikan materi pemulasaraan. Sedang dari IBN hadir, Sururi untuk menyampaikan pendalaman materi pemulasaraan. Sementara dari Dinas Kesehatan, Joko Wantoro juga membekali modin perempuan tersebut agar lebih memahami seluk beluk covid-19 dan berkoordinasi dengan satgas jogo tonggo dalam menyikapi covid-19. (Har)